Fedora vs Ubuntu Adu Sofware OS Linux, Klasik 1 VS Klasik 2

Fedora vs Ubuntu Adu Sofware OS Linux, Klasik 1 VS Klasik 2 – Fedora dan Ubuntu are keduanya merupakan distro popular yang paling banyak didukung oleh komunitas OS LINUX. Keduanya juga telah eksis selama lebih dari satu dekade dan berasal dari penjuru dunia yang berbeda, tetapi perbedaan di antara keduanya agak sedikit bernuansa gimana gitu, hanya bisa dijelaskan oleh pemakainya, tapi pada akhirnya kita paksakan juga untuk dijelaskan.

Jadi, antara Fedora vs Ubuntu, mana yang jadi pilihan pertama. Sebelum jadi pilihan pertama, maka kita jelaskan dulu gimana mereka menjadi sesuatu yang dianggap penting di keluarga LINUX.

Fedora merupakan sistem operasi berbasis Linux yang bebas dan open source juga telah ada sejak 2003 lalu. Red Hat, yang merupakan perusahaan open source terbesar di dunia [sebelum akhirnya dibeli juga oleh IBM, money talk], mensponsori proyek tersebut. Dalam hal ini, Fedora berfungsi sebagai basic untuk Linux Red Hat Enterprise, atau basic versi Linux yang ditujukan bagi perusahaan dan server dibanding penggunaan desktop pribadi.

Sementara Ubuntu jadi sistem operasi berbasis Linux paling populer, tidak lama setelah diluncurkan pada tahun 2004. Datang dari ide seorang Miliarder bernama Mark Shuttleworth. Dia menciptakan sebuah perusahaan bernama Canonical yang tujuannya adalah untuk menciptakan versi Linux bagi para pengguna komputer desktop pada umumnya. Ubuntu adalah desktop itu.

Tidak lama kemudian, Fedora ikut-ikutan merambah komputer rumahan.

Selama beberapa tahun, tagline Fedora adalah “Kebebasan. Persahabatan. Fitur. Pertama.” Proyek ini memang sesuai tagline nya berikan desktop yang hampir seluruhnya bebas dari kode berpemilik, kecuali, driver biner yang ditemukan di kernel Linux yang memungkinkan Fedora untuk mendukung perangkat keras yang ditemukan di sebagian besar laptop. Pihak Pengembang Fedora fokus pada pembuatan fitur yang mengarah ke ekosistem Linux yang lebih luas. Untuk alasan itulah, Fedora sering kali memamerkan fungsionalitas sebagai alternatif.

Desktop Ubuntu
Ubuntu’s tagline awalnya “Linux untuk manusia”. Tujuannya ciptakan desktop yang menyasar pemakai komputer harian yang bisa kompetitif dengan Windows dan Mac OS X. Canonical mencoba to sembunyikan aspek teknis dari Linux dan berikan suatu pengalaman yang konon rada out of box.

Versi awal Ubuntu keluar dengan installer langsung dengan kemampuan agar pengguna cicipi dekstop ini untuk kali pertama melalui installer yang handy, ditambah pula cara mudah menginstall Adobe Flash and multimedia codecs. Canonical juga lakukan upaya besar utuk ciptakan interface dekstop yang unik. Dikenal dengan nama Unity, yang akan mampu bersaing dengan vendor lain. Perusahaan itu bahkan mencoba membawa even Linux ke Smartphone. Pada akhir-akhirini, Canonical rada menyerah dengan proyek-proyek Smartphone lalu rubah fokus ke pengembangan cloud.

Gimana rasanya gunakan Fedora dan Ubuntu?

Saat menguji langsung antara Fedora vs Ubuntu dengan maksud perbandingan, atau mengadu langsung mana yang bikin kerasan, saya gunakan antarmuka desktop yang sama secara default nya. Rasakan seperti apa saat kita menjalankan aplikasi dan mengelola windows secara bersamaan. Hasilnya relatif sama.

Fedora tidak berikan perubahan mencolok pada antarmuka yang mereka tampilkan, lingkungan desktop dengan tampilan ala GNOME, jadi apa yang dilihat di Fedora adalah sama persis dengan apa yang dilihat di GNOME.org. Sementara Ubuntu menyediakan tema sendiri dan dilengkapi dengan aplikasi dock. Lebih baik mana jatuhnya subjektif, walau di Ubuntu lebih banyak ditemukan inkonsistensi. Apakah mengurangi nilainya? Jawabannya tidak. Keduanya sama-sama klasik dan ambisius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Share via
Copy link
Powered by Social Snap